Sejarah

Kota Tarakan adalah kota terbesar di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia dan juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 250,80 km² dan sesuai dengan data Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana, Kota Tarakan berpenduduk sebanyak 239.787 jiwa. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil. Semboyan dari kota Tarakan adalah Tarakan Kota "BAIS" (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera).

Kota Tarakan mempunyai 4 kecamatan dan 20 kelurahan, pada sektor pendidikan Kota Tarakan Mempunyai Sekolah Menengah Atas sebanyak 12 sekolah salah satunya adalah SMA Negeri 2 Tarakan yang ada di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur.

SMA Negeri 2 Tarakan berdiri sejak tahun 1985 berdasarkan Surat Keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0601/O/1985 Tanggal 22 Nopember 1985, pada Tahun 2016 SMA Negeri 2 Tarakan sudah berusia 31 tahun, tongkat kepemimpinan kepala sekolah ada 8 orang dari berdiri sekolah hingga sekarang, daftar nama kepala sekolah sebagai berikut :

1.    Soeroto, BA Tahun 1985 – 1991

2.    Dra. Mugeni Tahun 1991 - 1993

3.    Drs. Suwardi Tahun 1993 – 1996

4.    Sutadji, S.Pd Tahun 1996 – 2000

5.    Dra. Arbayah Kumalawati Tahun 2000 – 2004

6.    Suharyono, SE Tahun 2004 – 2011

7.    Dwi Sukristiono, M.Pd Tahun 2011 – 2014

8.    Sudarsono, S.Pd Tahun 2014 - sekarang

SMA Negeri 2 Tarakan berada di kawasan pinggiran Kota Tarakan dan terletak ditengah-tengah pemukiman penduduk. Lokasi sekolah yang jauh dari jalan raya sehingga sangat baik untuk ketenangan bagi siswa dalam proses belajar. Wilayah sekolah yang dikelilingi dengan pepohonan sehingga menambah suasana asri dan teduh, sekolah yang mempunyai luas tanah 16,291 M2, ke depannya SMA Negeri 2 Tarakan akan menjadi sekolah yang berprestasi dalam akademik dan non akademik.

Pada kedepannya SMA Negeri 2 Tarakan akan mempunyai sarana prasarana yang lengkap dan akhirnya menjadi surga dunia pendidikan di Kota Tarakan.

Taraf perekonomian orang tua siswa yang di SMA Negeri 2 Tarakan tergolong masyarakat taraf ekonomi bawah sampai menengah dikarenakan masih ada yang mempunyai pekerjaan sebagai petani, buruh pabrik, bangunan selebihnya adalah Pegawai Negeri Sipil.

Dari tahun ke tahun SMA Negeri 2 Tarakan menjadi salah satu sekolah yang diperhitungkan bagi orang tua untuk mendaftarkan anaknya pada penerimaan siswa baru.Menyandang status sekolah negeri maka SMA Negeri 2 Tarakan ditunjuk sebagai sekolah berbasis kurikulum 2013.


Share :

Kirim Pesan Anda